Minggu, 19 Agustus 2012

MInal Aidzin Wal Faidzin Y

Saya Selaku Admin,, Candra Wahyu Arifin Mengucapkan Selamat Mengucapkan Hari Raya Idul Fitri Yang Ke 1433 H,, Minal Aidzin wal faidzin mohon maaf lahir batin
Mohon Maaf Y sob,, Bila Ada postingan saya yg kurang berkenan




Sabtu, 04 Agustus 2012

Membuat Form Pencarian Di VB 6.0 Dengan MsFlexGrid 6.0

(Coretan Mahasiswa UNIM) Ok Sob,, Disini Gue akan jelasin gimana caranya buat FORM PENCARIAN DI VISUAL BASIC 6.0 menggunakan MSFlexGrid 6.0 Dengan Database SQL SERVER 2000. Ok lah Pertama siapin Kopi dulu sama camilan,, hehehehe,, Sama Menyan skalian ya.

1. Lu Mesti siapin Data Base dengan 2 tabel yaitu HP sama Aksesori,
2. Nah Untuk nambahin MsFlexGrid, Klik Kana Di Menu kontrol Pilih component dan cari MsFlexGrid 6.0
3. Tinggal deh Design Form Kayak gini



Nah Kalo Sudah Jadi Formnya, Tiggal Ketik kodingnya aja Dibawah ini.. Copas aja Saya Maafkan kog

Public dbconn As New ADODB.Connection
Public strconn As String

Sub koneksi()
strconn = "Provider=SQLOLEDB.1;Integrated Security=SSPI;Persist Security Info=False;Initial Catalog=boncell;Data Source=MELOND-PC\MELOND"
    dbconn.CursorLocation = adUseClient
    If dbconn.State = adStateClosed Then
        dbconn.Open strconn
        If dbconn.State = adStateClosed Then
            MsgBox "Koneksi Database Gagal!", vbCritical + vbOKOnly, "Error"
        End If
    End If
End Sub


Private Sub cmd_login_Click()
If txt_login.Text = "admin1001" Then
form4.Show
Else
MsgBox "Hayoo Salah Masukkan Password.!!", vbCritical + vbOKOnly, "Salah"
txt_login.Text = ""
txt_login.SetFocus
End If
End Sub


Private Sub flex_Click()

End Sub

Private Sub Form_Load()
Dim tampil As ADODB.Recordset
'Menentukan lebar kolom [(0)berarti posisi kolom]
flex.ColWidth(0) = 400
flex.ColWidth(1) = 800
flex.ColWidth(2) = 2000
flex.ColWidth(3) = 1000
flex.ColWidth(4) = 1800
flex.ColWidth(5) = 1200
'Membuat Text Judul Pada Kolom [(0, 1) 0 bersrti posisi karakter 0 spasi dan 1 posisi kolom)
flex.TextMatrix(0, 0) = "No"
flex.TextMatrix(0, 1) = "Kode"
flex.TextMatrix(0, 2) = "Tipe"
flex.TextMatrix(0, 3) = "Kondisi"
flex.TextMatrix(0, 4) = "Kelengkapan"
flex.TextMatrix(0, 5) = "Harga"
'Mengatur rata dari data dari kiri berdasarkan jumlah spasi
flex.ColAlignment(1) = 0
flex.ColAlignment(5) = 0
'memanggil koneksi
Call koneksi
'query untuk menampilkan semua data dari tabel
Set tampil = dbconn.Execute("select*from hp")
'Data akan tampil apabila kondisi dengan jika tidak end of file
If Not tampil.EOF Then
'n=baris data
    n = 0
    tampil.MoveFirst
    'Melakukan perulangan untuk menampilkan data dengan kondisi jika tidak end of file
    While Not tampil.EOF
        n = n + 1
        flex.Rows = n + 1
        flex.TextMatrix(n, 0) = n
        flex.TextMatrix(n, 1) = tampil(0)
        flex.TextMatrix(n, 2) = tampil(1)
        flex.TextMatrix(n, 3) = tampil(2)
        flex.TextMatrix(n, 4) = tampil(3)
        flex.TextMatrix(n, 5) = tampil(4)
        tampil.MoveNext
        Wend
End If
End Sub

Private Sub Text1_Change()
On Error GoTo salah
Dim cari As ADODB.Recordset
Call koneksi
'menampilkan semua data dari hp dimana tipe mengandung karakter di posisi sembarang pada text 1
If Combo1.Text = "Tipe" Then
Set cari = dbconn.Execute("select*from hp where Tipe like '%" & Text1.Text & "%'")
'menampilkan semua data dari hp dimana kondisi mengandung karakter di posisi sembarang pada text 1
ElseIf Combo1.Text = "Kondisi" Then
Set cari = dbconn.Execute("select*from hp where Kondisi like '" & Text1.Text & "%'")
End If
'Data akan tampil apabila cari dengan kondisi jika tidak end of file
If Not cari.EOF Then
'posisi baris data awal=0
        n = 0
        cari.MoveFirst
        'Melakukan perulangan untuk menampilkan data dengan kondisi jika tidak end of file
        While Not cari.EOF
            n = n + 1
            flex.Rows = n + 1
            flex.TextMatrix(n, 0) = n
            flex.TextMatrix(n, 1) = cari(0)
            flex.TextMatrix(n, 2) = cari(1)
            flex.TextMatrix(n, 3) = cari(2)
            flex.TextMatrix(n, 4) = cari(3)
            flex.TextMatrix(n, 5) = cari(4)
        cari.MoveNext
        Wend
    Else
    'jika tidak ditemukan data
    n = 0
    'menghapus semua data dengan menyisahkan 2 baris untuk nama kolom dan satunya kosong
        flex.Clear
        flex.Rows = 2
        flex.TextMatrix(0, 0) = "No"
        flex.TextMatrix(0, 1) = "Kode"
        flex.TextMatrix(0, 2) = "Tipe"
        flex.TextMatrix(0, 3) = "Kondisi"
        flex.TextMatrix(0, 4) = "Kelengkapan"
        flex.TextMatrix(0, 5) = "harga"
    End If
    Exit Sub
salah:
MsgBox "Pilih Kategori", vbInformation + vbOKOnly, "Informasi"
End Sub

Jumat, 27 Juli 2012

Cara Membuat Relasi Di Query SQL

Belajar Database SQL part 1 (Constraint not null, unique, primary key) 


Mau belajar membuat database dengan sintak sql, yuks mari belajar bersama. Pada kali ini misalkan kita akan membuat database dengan nama ‘my_db‘, maka sintak yang dituliskan adalah:
1. Membuat database
CREATE DATABASE my_db
2. Membuat Table dalam database
lalu kita coba membuat table Persons didalam database ‘my_db’ yang terdiri dari 5 kolom P_Id, LastName, FirstName, Address, and City sebagai berikut:


1CREATE TABLE Persons(
2  P_Id int,
3  LastName varchar(255),
4  FirstName varchar(255),
5  Address varchar(255),
6  City varchar(255)
7)
P_Id bertipe Int, Lastname, FirstName, Address, City bertipe char dengan panjang 255 karakter.
3. Sql Constraint
Constraint digunakan untuk membatasi jenis data yang dapat masuk ke tabel. Constraint dapat ditentukan ketika tabel dibuat (dengan pernyataan CREATE TABLE) atau setelah tabel dibuat (dengan pernyataan ALTER TABLE).
Kita akan fokus pada kendala berikut:
  • NOT NULL
  • UNIQUE
  • PRIMARY KEY
  • FOREIGN KEY
  • CHECK
  • DEFAULT
3.1 Sql Not Null Constraint
Not Null Constraint memaksa kolom untuk TIDAK menerima nilai NULL. Maksudnya Sql Not Null Constraint memaksa field untuk selalu mengandung nilai. Ini berarti bahwa Anda tidak dapat menyisipkan catatan baru, atau memperbarui data tanpa menambahkan nilai untuk field tersebut.
SQL berikut memberlakukan “P_Id” kolom dan “LastName” kolom untuk tidak menerima nilai NULL:
1CREATE TABLE Persons(
2  P_Id int NOT NULL,
3  LastName varchar(255) NOT NULL,
4  FirstName varchar(255),
5  Address varchar(255),
6  City varchar(255)
7)


3.2 Sql Unique Constraint
Unique Constraint berguna mengidentifikasi setiap record dalam tabel database. UNIQUE dan PRIMARY KEY constraints memberikan jaminan bagi keunikan untuk kolom atau set kolom.
PRIMARY KEY constraints otomatis memiliki UNIQUE constraint yang didefinisikan padanya.
Catatan: Kita dapat memiliki banyak UNIQUE constraint per table, tetapi hanya satu PRIMARY KEY constraints per table.
Contoh:
a. SQL UNIQUE Constraint on CREATE TABLE
SQL berikut membuat UNIQUE Constraint pada kolom “P_Id” ketika table “Persons” dibuat:
1CREATE TABLE Persons(
2  P_Id int NOT NULL,
3  LastName varchar(255) NOT NULL,
4  FirstName varchar(255),
5  Address varchar(255),
6  City varchar(255),
7  CONSTRAINT uc_PersonID UNIQUE (P_Id, LastName)
8)
b. SQL UNIQUE Constraint on ALTER TABLE
SQL berikut membuat UNIQUE Constraint pada kolom “P_Id” ketika table “Persons” sudah dibuat:

1ALTER TABLE Persons
2ADD CONSTRAINT uc_PersonID UNIQUE (P_Id,LastName)
c. Menghapus UNIQUE Constraint
Untuk menghapus UNIQUE Constraint, gunakan SQL berikut:
1ALTER TABLE Persons
2DROP CONSTRAINT uc_PersonID


3.3 SQL PRIMARY KEY Constraint
PRIMARY KEY Constraint berguna mengidentifikasi setiap record dalam tabel database secara UNIQUE. PRIMARY KEY harus mengandung nilai-nilai yang unik. Sebuah kolom PRIMARY KEY tidak dapat berisi nilai NULL. Setiap table harus memiliki PRIMARY KEY, dan setiap table hanya dapat memiliki satu PRIMARY KEY.
a. SQL PRIMARY KEY Constraint on CREATE TABLE
SQL berikut membuat PRIMARY KEY pada kolom “P_Id” ketika table “Persons” dibuat:
1CREATE TABLE Persons(
2  P_Id int NOT NULL,
3  LastName varchar(255) NOT NULL,
4  FirstName varchar(255),
5  Address varchar(255),
6  City varchar(255),
7  CONSTRAINT pk_PersonID PRIMARY KEY (P_Id,LastName)
8)

Catatan: Dalam contoh di atas hanya ada satu PRIMARY KEY (pk_PersonID). Namun, nilai pk_PersonID terdiri dari dua kolom (Nama_depan dan P_Id). b. SQL PRIMARY KEY Constraint on ALTER TABLE
SQL berikut membuat PRIMARY KEY pada kolom “P_Id” pada table “Persons” yang sudah dibuat dan untuk memungkinkan penamaan PRIMARY KEY Constraint, serta untuk mendefinisikan PRIMARY KEY Constraint pada beberapa kolom, gunakan sintaks SQL berikut:
1ALTER TABLE Persons
2ADD CONSTRAINT pk_PersonID PRIMARY KEY (P_Id, LastName)

Catatan: Jika Anda menggunakan pernyataan ALTER TABLE untuk menambahkan primary key, kolom-kolom primary key harus sudah telah dinyatakan tidak mengandung nilai NULL (ketika tabel pertama kali diciptakan). b. Menghapus PRIMARY KEY Constraint
Untuk menghapus PRIMARY KEY Constraint, gunakan SQL berikut:
1ALTER TABLE Persons
2DROP CONSTRAINT pk_PersonID


sumber : http://gatotkacatulanglunak.wordpress.com/2011/09/13/belajar-database-sql-part-1-constraint-not-null-unique-primary-key/

 

Selasa, 24 Juli 2012

Komponen Hard Disk Drive

. HARD DISK DRIVE Harddisk merupakan media penyimpanan pada suatu sistem PC, sebagai penyimpanan data nonvolatile/ semi permanen, adalah alat penyimpanan yang tetap menyimpan data walaupun pada saat computer dimatikan.
A. Bagian Luar Hard Disk
Sebuah harddisk terdiri dari beberapa komponen yang sederhana dan memiliki fungsi yang sederhana.
Namun karena ketelitian dan kecepatan yang amat tinggi, peranti keras ini menjadi sebuah alat yang
mengagumkan.
Gambar berikut ini memperlihatkan sebuah harddisk:
11
Harddisk memiliki pelindung dari bahan alumunium dengan sebuah pengendali elektronik pada sebuah
sisi. Pengendali elektronik tersebut mengendalikan mekanisme baca/tulis dan motor yang memutar
piringan harddisk. Pengendali elektronik tersebut juga berfungsi sebagai penerjemah dari data magnetik
menjadi elektrik dan sebaliknya.
B. Bagian Dalam Hard Disk
21
  1. Disk Platter
Disk platter merupakan bagian / komponen dari harddisk yang paling utama, karena disk platter merupakan bagian dari harddisk yang mempunyai fungsi sebagai tempat penyimpanan data. Tiap drive harddisk memiliki satu atau lebih disk platter, dimana masing-masing sisi platter memiliki write and read head.
Ukuran platter ada bermacam-macam:
  • Untuk PC desktop biasanya berukuran 3 ½ inchi
  • Untuk note book berukuran 2 ½ inchi.
  • 8 inchi
  • 14 inchi
3
Disk platter terbuat dari suatu media magnetic. Media magnetic yang dipakai pada platter ada 2, yaitu:
a. Media Oksida
Merupakan media magnetic yang terdiri dari berbagai macam bahan, yang berisikan oksida baja sebagai bahan aktifnya.
b Media thin film
Merupakan jenis disk platter dimana media ini lebih tipis dan lebih sempurna daripada media oksida. Jadi sekarang sebagian besar hard disk menggunakan media magnetic ‘media thin film’ daripada media oksida. Karena dirasa media thin film lebih praktis (tipis) daripada media oksida dan juga memiliki kwalitas yang lebih baik.
  1. Read and Write Head
4
Hard disk memiliki 1 head write and read untuk masing-masing permukaan platter. Read and write head merupakan komponen dari hard disk yang berfungsi sebagai alat penulisan dan pembacaan data pada platter.
Head ini terhubung pada satu mekanisme penggerak. Masing-masing head terletak pada lengan actuator untuk menekan head supaya dapat mengenai platter. Bila anda membuka drive dengan hati-hati dan memindahkan head dengan jari anda, maka head akan kembali dengan cepat ke platter saat dilepaskan, begiti juga jika kita head ke bawah (head yang berada di bawah platter). Saat drive istirahat, head akan dipaksa untuk mengenai platter dengan suatu tekanan, namun pada saat drive memutar dengan kecepatan penuh, maka tekanan udara akan membentuk lapisan tipis yang akan membuat head bergerak ke permukaan platter.
  1. Mekanisme Head Aktuator
Yang lebih penting daripada head adalah sistem mekanik yang menggerakan, sistem ini disebut ‘head’ actuator. Mekanisme ini menggerakkan head di atas disk dan memposisikannya secara tepat di atas silinder yang diinginkan.
Ada 2 kategori dasar mekanisme actuator, yaitu:
a. Stepper Motor Aktuator
Merupakan motor elektrik yang dapat melangkah atau bergerak dari suatu posisi satu ke posisi lain. Stepper motor actuator ini bergerak step by step. Atau kalau kita memegang pemutar dari motor ini, dan memutarkannya di tangan kita , maka akan terdengan bunyi ‘klik ’ saat melalui posisi tertentu. Jadi tiap kali pindah posisi untuk mencari suatu file, maka pada saat tertentu akan teerdengar bunyi ‘klik’.
b.Voice Coil Actuator
Voice Coil Actuator digunakan pada harddisk saat ini, dengan menggunakan sinyal feed back dari drive ke posisi head tertentu dan menyesuaikannya. Penggunaan actuator ini memberikan kinerja dan kehandalan yang besar daripada stepper motor actuator. Karena stepper motor lebih berkemungkinan besar melukai platter.
5
Mekanisme head actuator
Jika terjadi pemutusan power secara tiba-tiba, maka pada stepper motor actuator head akan langsung berhenti (pada tempat data yang sebelumnya dibaca), sehingga hal ini akan mengakibatkan tergoresnya platter. Akibatnya harddisk akan cepat rusak. Sedangkan pada Voice Coil Actuator, jika terjadi pemutusan hubungan dengan power secara tiba-tiba maka, head akan otomatis kembali ke posisi awalnya (berada pada tengah-tengah platter).
  1. Spindle Motor
Spindle motor adalah komponen dari harddisk yang bertugas memutar platter, hal ini perlu dilakukan dalam proses pembacaan dan penulisan data. Spindle motor pada harddisk selalu terhubung langsung. Tidak ada komponen lain yang terhubung. Motor ini harus bebas dari suara dan getaran apapun, sehingga dapat memutar platter dengan baik / tanpa gangguan.
  1. Logic Board
Logic board merupakan alat yang mengontrol kinerja dari harddisk. Semua harddisk memiliki satu atau lebih logic board. Logic board berisi alat-alat elektronik yang mengontrol spindle dan sistem actuator dan menyajikan data ke kontroler. Pada IDE board ini memuat juga kontrolernya. Sedangkan pada SCASI memuat kontroler dan circuit adapter.
6
Tampilan logic board
a.Kabel dan Konektor
Harddisk memiliki beberapa konector yang terhubung ke computer , untuk menerima daya (power) dan kadang-kadang ke sistem chasis kebanyakan drive memiliki paling tidak 3 konector.
Adapun 3 konector itu adalah:
  1. Interface konector
Merupakan konector yang menghubungkan hard disk/ menyalurkan data yang dimiliki hard disk ke motherboard.
  1. Power Konector
Merupakan konector yang berhubungan dengan catu daya.
  1. Option Konector
Adalah konector yang digunakan untuk penentuan spesifikasi dari harddisk.
Dari 3 konector tersebut, interface konector adalah yang paling penting. Karena berfungsi membawa data dan sinyal perintah dari sistem drive.
7. Komponen Konfigurasi
Untuk membangun atau melengkapi harddisk dalam suatu instalasi sistem, kita juga memerlukan jumper. Komponen (jumper) ini bervariasi diantara banyak drive.
8.Konektor pada Harddisk
Pada komponen-komponen harddisk juga terdapat SCSI Interface Connector (konektor kabel data) yang dihubungkan ke kabel data dan memiliki fungsi untuk mentransfer data dari motherboard ke harddisk atau sebaliknya, untuk memberi catu daya pada harddisk dibutuhkan konektor catu daya yang dihubungkan dengan kabel catu daya pada power supply.
Semua komponen penyimpanan magnetic; membaca dan menulis data menggunakan elektromagnetik. Prinsip dasarnya adalah sebagian bahwa aliran elektrik melalui konduktor, sebuah komponen magnetic dibentuk dari sekeliling konduktor. Komponen magnetic tersebut kemudian akan memberikan pengaruh pada bahan magnetic di komponen tersebut. Penyimpanan magnetic sebenarnya adalah media analog yaitu data yang tersimpan berbentuk informasi digital 0 dan 1.
Jenis-jenis kontroler pada head disk:
  1. MFM ( Modified Frequency Modulation ) pola pengkodean magnetic dimana bit dimasukkan ke media magnetic.
  2. RLL ( Run Length Limited ) menyimpan info yang lebih padat dari MFM.
  3. ESDI ( Enhanced Small Device Interface ) kontroller sangat cepat dan menyimpan data dalam jumlah besar.
  4. SCSI ( Small Computer Sytem Interface ) antarmuka disk drive lebih dari satu.
  5. IDE ( Intergrated Drive Electronic ) sebagian besar kontroller dibuat langsung ke drive itu sendiri.

Operator Logika DI SQL

A.1 NULL dan NOT NULL
Merupakan atribut yang paling umum digunakan. Secara default kolom numerik selalu bersifat NULL bila kita tidak memberikan atau menyatakan nilai awalnya. Sebaliknya maka kolom tersebut harus memiliki sebuah nilai.

Contoh Perintah SQL untuk memberi atribut NULL atau NOT NULL pada kolom dalam sebuah tabel :
mysql> create table siswa_q (nama varchar(35) NOT NULL,
-> Tempat_lahir varchar(20) NOT NULL,
-> Alamat varchar(20) NULL,
-> Kota varchar(30));

A.2 ENUM dan SET
Enum dan Set adalah jenis string khusus yang kolomnya harus diisi dengan pilihan yang sudah ditentukan pada saat deklarasi ENUM dan SET. Perbedaannya, pada ENUM hanya bisa dipilih salah satu dari pilihan yang ada. Sedangkan SET, dapat dipilih salah satu atau lebih dari pilihan yang ada.
JENIS KOLOM BENTUK DASAR KETERANGAN
ENUM ENUM (nilai1,Nilai2,…….., Nilai3) Hanya dapat menampung 1 data saja dari pilihan data yang ada. Dengan jumlah pilihan maksimum 65.535 pilihan data
SET SET (nilai1,Nilai2,…….., Nilai3) Dapat menampung lebih dari 1 data saja dari pilihan data yang ada. Dengan jumlah pilihan maksimum 64 pilihan data
Contoh ENUM :
Jenis Kelamin ENUM (”P”,”L”)
SQL : Create table pgw(nama varchar(10), Kelamin ENUM(’L’,’P’));
Ukuran Baju ENUM (”S”,”M”,”L”,”XL”)
Contoh SET :
Menu SET (”Pizza”,”Soft Drink”,”Donnut”)
SQL : Create table Nota(pembeli varchar(10), Menu SET(’Pizza’,’Soft Drink’,’Donnut’));
Merk Mobil SET (”Suzuki”,”Piegeuot”,”Honda”,”Hino”)

A.3 Jenis Operator


A.3.1 Operator Logika
OPERATOR FUNGSI CONTOH
NOT atau ! Sebagai Negasi (bukan) dari suatu nilai NOT perempuan atau !Perempuan
OR atau || ATAU, akan bernilai benar jika salah satu atau kedua ekspersi adalah benar Buah = ”Jambu” OR Buah=”Jeruk”
Atau
Buah = ”Jambu”
|| Buah=”Jeruk”
AND atau && DAN, akan bernilai benar hanya bila ekpresi adalah benar Buah = ”Jambu” AND Buah=”Jeruk”
Atau
Buah = ”Jambu”
&& Buah=”Jeruk”
AND & OR
AND dan OR menggabungkan dua kondisi atau lebih dalam klausa WHERE.
Operator AND menampilkan suatu baris jika seluruh kondisinya benar. Operator OR menampilkan suatu baris jika salah satu kondisinya benar.
Tabel
LastName FirstName Address City
Hansen Ola Timoteivn 10 Sandnes
Svendson Tove Borgvn 23 Sandnes
Svendson Stephen Kaivn 18 Sandnes
Contoh
Menggunakan AND untuk menampilkan setiap orang yang nama depannya sama dengan “Tove”, dan nama belakangnya sama dengan “Svendson”:
SELECT * FROM Persons
WHERE FirstName=’Tove’
AND LastName=’Svendson’
Result:
LastName FirstName Address City
Svendson Tove Borgvn 23 Sandnes
Contoh
Menggunakan OR untuk menampilkan setiap orang yang nama depannya sama dengan “Tove”, atau nama belakangnya sama dengan “Svendson”:
SELECT * FROM Persons
WHERE firstname=’Tove’
OR lastname=’Svendson’
Hasil:
LastName FirstName Address City
Svendson Tove Borgvn 23 Sandnes
Svendson Stephen Kaivn 18 Sandnes
Contoh :
Anda juga dapat mengkombinasikan AND dan OR (menggunakan tanda kurung untuk membentuk ekspresi yang kompleks):
SELECT * FROM Persons WHERE
(FirstName=’Tove’ OR FirstName=’Stephen’)
AND LastName=’Svendson’
Hasil:
LastName FirstName Address City
Svendson Tove Borgvn 23 Sandnes
Svendson Stephen Kaivn 18 Sandnes

A.3.2 Operator Aritmatika
OPERATOR FUNGSI
+ Melakukan penjumlahan pada operasi matematika
- Melakukan pengurangan pada operasi matematika
* Melakukan perkalian pada operasi matematika
/ Melakukan pembagian pada operasi matematika
% Melakukan proses modulus (mencari sisa bagi) pada operasi matematika

A.3.3 Opearator Pembanding

IN
Operator IN dapat digunakan jika Anda mengetahui nilai yang sebenarnya yang ingin Anda kembalikan nilainya paling tidak untuk satu kolom.
SELECT column_name FROM table_name
WHERE column_name IN (value1,value2,..)
Table
LastName FirstName Address City
Hansen Ola Timoteivn 10 Sandnes
Nordmann Anna Neset 18 Sandnes
Pettersen Kari Storgt 20 Stavanger
Svendson Tove Borgvn 23 Sandnes

Contoh:
Untuk menampilkan orang yang memiliki nama belakang sama dengan “Hansen” atau “Pettersen”, gunakan syntax SQL berikut:
SELECT * FROM Persons
WHERE LastName IN (‘Hansen’,'Pettersen’)


Sumber :  http://ijaa.wordpress.com/2009/07/04/and-or-sql/

Cara Melihat Kode ASCII Di Visual Basic 6.0


Nah, kali nie kita akan kembali dengan pembahasan VB 60.... Ini adalah program yang kita buat untuk menterjemah angka/huruf yang kita tulis dari keyboart menjadi kode ASCII.
Nah penasaran kan. heee
Seperti gambar di atas, saya menekan huruf k (k kecil) maka akan keluar tombol kode 75 dan kode ASCII 107..........
Wau kren banget tu. heeee
Sekarang kita masuk keprogramnya. silah kan anda rancang seperti pada gambar...
  1. Frame caption Press Any Key
  2. label1 caption KeyAscii
  3. label2 caption KeyCode
  4. label3 caption Char
  5. label4 caption "kosong kan saja" name lblKeyAscii
  6. label5 caption "kosong kan saja" name lblKeyCode
  7. label6 caption "kosong kan saja" name lblChar
Kemudian anda copy kode ini ke form code...


Option Explicit

Private Sub Form_KeyDown(KeyCode As Integer, Shift As Integer)
  
   lblKeyCode = KeyCode

End Sub

Private Sub Form_KeyPress(KeyAscii As Integer)
  
   lblKeyAscii = KeyAscii
  
   lblChar = Chr$(KeyAscii)
  
End Sub

Mengaktifkan Tombol Enter Di Visual Basic

Inilah Cara bagaimana mengaktifkan tombol enter di visual basic 6.0
Para programmer pemula pada umumnya mengandalkan tombol tab untuk berpindah antar komponen dalam form, namun ada waktunya programmer menginginkan hasil sempurna dalam program yang mereka hasilkan, akhirnya kebanyakan memutuskan untuk mengganti penggunaan tombol enter untuk menggantikan fungsi tombol tab.
Pertimbangan lainnya adalah untuk membuat program menjadi lebih user friendly, karena kebanyakan program berbasis desktop/windows memanfaatkan tombol enter untuk berpindah antar komponen.
Nah supaya pembahasannya lebih singkat kita langsung ke listing programnya. Listing program ini menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6 dan Delphi (sengaja saya buat dalam dua bahasa, agar anda mudah untuk membedakan dan memahami prosesnya).
Untuk contoh kasusnya, misalnya nih, kita punya form dengan desain seperti ini:
form
Nah sekarang ceritanya nih, kita mau setelah kita isikan text nama, kemudian kita tekan enter, maka cursor akan set focus ke text usia. Nah yang kita harus lakukan adalah memberi listing pada txtnama, tepatnya pada event on_keypress dengan menterjemahkan nilai penekanan tombol enter menjadi nilai ascii (Enter=13).
Listingnya  sebagai berikut:
Visual Basic 6:
Private Sub txtnama_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then txtusia.SetFocus
End Sub
Nah kalau sudah silahkan dicoba kebenarannya ya.
Selamat mencoba dan Semoga Berguna

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More